Friday, September 30, 2016

Pencitraan Jokowi Demi Elektabilitas Ahok


[portalpiyungan.com] Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat asyik berbincang saat meninjau proyek Light Rail Transit (LRT) di Kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat 30 September 2016.

Ada pesan politik dari peristwa tersebut jelang pilkada DKI 2017.

Jokowi dinilai sengaja menyiratkan kepada publik bahwa dirinya ingin Ahok kembali memimpin Ibu Kota.

"Saya kira, tujuannya jelas, memompakan pesan ke benak publik, bahwa Presiden Jokowi bersama Ahok ingin dilihat mesra, dan menjelaskan kembali ke publik bahwa Presiden posisinya di mana dalam kontestasi elektoral kali ini," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, Jumat 30 September 2016.

Menurut Pangi, ini merupakan salah satu strategi Jokowi yang mencoba mengangkat kembali elektibilitas Ahok yang sempat turun. Menurutnya, Jokowi ingin menunjukan bahwa di bawah kepemimpinannya dan Ahok, Jakarta berhasil membangun transportasi massal yang sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan. Jokowi memang pintar dalam memainkan strategi pencitraan semacam ini.

"Pesan kesuksesan Ahok membangun infrastruktur transportasi massa langsung ditunjukkan oleh Presiden," tambah dia.

Dalam setiap kontestasi elektoral memenangi demokrasi di Pilkada DKI Jakarta, lanjut Pangi, wajar berbagai straregi dilakukan.

Termasuk memanfaatkan pengaruh atau tokoh yang punya efek besar sehingga bisa menjadi magnet elektoral dalam rangka menancapkan citra diri yang positif.

"Ini bukan sebuah kebetulan dan kering tanpa makna. Presiden Jokowi selalu membawa sinyal dan pesan. Saya kira publik sudah bisa mencermati dan menangkap pesan dari Presiden Jokowi. Artinya ini sudah di set dari awal dan bukan peristiwa atau fenomena yang terjadi secara kuadrat atau alamiah," tambah dia.

Saat itu, Jokowi juga sempat berbicara empat mata dengan Ahok.

Para pejabat lain yang semula mendampingi Jokowi menunggu di tempat lain. Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno sempat diberi kode oleh seorang protokol Istana untuk memberi kesempatan Jokowi-Ahok bicara berdua.

Pihak biro pers juga sempat mengelabui wartawan agar mengambil gambar Jokowi-Ahok yang saat keduanya meninjau tiang LRT.


[portalpiyungan.com] Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat asyik berbincang saat meninjau proyek Light Rail Transit (LRT) di Kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat 30 September 2016.

Ada pesan politik dari peristwa tersebut jelang pilkada DKI 2017.

Jokowi dinilai sengaja menyiratkan kepada publik bahwa dirinya ingin Ahok kembali memimpin Ibu Kota.

"Saya kira, tujuannya jelas, memompakan pesan ke benak publik, bahwa Presiden Jokowi bersama Ahok ingin dilihat mesra, dan menjelaskan kembali ke publik bahwa Presiden posisinya di mana dalam kontestasi elektoral kali ini," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, Jumat 30 September 2016.

Menurut Pangi, ini merupakan salah satu strategi Jokowi yang mencoba mengangkat kembali elektibilitas Ahok yang sempat turun. Menurutnya, Jokowi ingin menunjukan bahwa di bawah kepemimpinannya dan Ahok, Jakarta berhasil membangun transportasi massal yang sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan. Jokowi memang pintar dalam memainkan strategi pencitraan semacam ini.

"Pesan kesuksesan Ahok membangun infrastruktur transportasi massa langsung ditunjukkan oleh Presiden," tambah dia.

Dalam setiap kontestasi elektoral memenangi demokrasi di Pilkada DKI Jakarta, lanjut Pangi, wajar berbagai straregi dilakukan.

Termasuk memanfaatkan pengaruh atau tokoh yang punya efek besar sehingga bisa menjadi magnet elektoral dalam rangka menancapkan citra diri yang positif.

"Ini bukan sebuah kebetulan dan kering tanpa makna. Presiden Jokowi selalu membawa sinyal dan pesan. Saya kira publik sudah bisa mencermati dan menangkap pesan dari Presiden Jokowi. Artinya ini sudah di set dari awal dan bukan peristiwa atau fenomena yang terjadi secara kuadrat atau alamiah," tambah dia.

Saat itu, Jokowi juga sempat berbicara empat mata dengan Ahok.

Para pejabat lain yang semula mendampingi Jokowi menunggu di tempat lain. Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno sempat diberi kode oleh seorang protokol Istana untuk memberi kesempatan Jokowi-Ahok bicara berdua.

Pihak biro pers juga sempat mengelabui wartawan agar mengambil gambar Jokowi-Ahok yang saat keduanya meninjau tiang LRT.

Erdogan Sampaikan Terimakasih pada Arab Saudi Atas Dukungannya Pasca Kudeta


[portalpiyungan.com] ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan terima kasih kepada putra mahkota Arab Saudi pada hari Jumat (30/9) atas solidaritas negaranya saat Turki dikudeta pada 15 Juli.

Erdogan menyambut Pangeran Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Nayef bin Abdulaziz al-Saud dengan upacara resmi di Kompleks Kepresidenan di Ankara dalam kunjungan resmi kenegaraan Arab Saudi ke Turki.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi untuk solidaritas yang ditunjukkan (Arab Saudi) terhadap rakyat kami dan negara kami saat upaya kudeta berdarah 15 Juli," kata Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa pengayaan dan pengembangan hubungan antara Turki dan Arab Saudi di segala bidang "menawarkan kesempatan untuk stabilitas regional dan global".

Putra mahkota Muhammad bin Nayef, yang juga memegang posisi sebagai Menteri Dalam Negeri Saudi, mengungkapkan kebahagiaan besar bahwa Turki berhasil mengatasi upaya kudeta.

Dia menambahkan bahwa salah satu isu menyenangkan pemimpin Arab Saudi adalah bahwa "kedua negara berada di jalur yang sama dan memiliki pemikiran yang sama pada semua masalah, regional dan lain-lain."

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayip Erdogan membela Saudi yang dituduh pihak AS bertanggung jawab terhadap serangan teror 9/11 melalui RUU JASTA.

Erdogan memprotes keras kebijakan AS Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA), dan telah sangat menentang RUU tersebut.

Erdogan telah meminta Presiden Barack Obama untuk memveto RUU tersebut.

Erdogan mengatakan: “Turki tidak akan menyetujui tindakan seperti itu oleh AS. Seluruh negara tidak bertanggung jawab hanya karena beberapa warga Saudi yang diduga melakukan kejahatan. Mari saya beri contoh lain. Organisasi teroris Fethullah Gulen (Feto), pemimpinnya tinggal di Amerika Serikat dan semua pihak dapat melihat terorisme yang dilakukan oleh kelompok ini. Haruskah kita menghukum AS untuk itu? Bisakah kita meloloskan hukum di parlemen untuk menuntut kompensasi dari AS? ”

Sumber: Anadolu Agency


MEMALUKAN! VIDEOTRON PORNO JAKARTA DIMUAT MEDIA INTERNASIONAL


[portalpiyungan.com] Memalukan! Satu kata yang kiranya bisa menjadi ekspresi dari kemarahan warga atas dimuatnya berita videotron berkonten porno yang tertayang di depan kantor walkot Jakarta Selatan, Jumat siang, 30 September 2016.

Bukan sekali ini saja, Indonesia jadi buah bibir masyarakat internasional karena peristiwa buruk. Sebelumnya, media internasional ramai mengungkap kasus Brebes Exit yang menewaskan beberapa korban pemudik.

Dalam kasus konten porno videotron, setidaknya ada dua media internasional yang mengabarkannya. Yang pertama, kantor berita BBC, dan yang kedua, Mirror.
Keduanya berasal dari Inggris.

Dalam pemberitaannya, Mirror menuliskan bahwa penayangan konten porno di videotron, berlangsung saat jam padat lalu lintas.

Sementara BBC menuliskan perdebatan yang muncul di media sosial sebagai reaksi atas penayangan konten porno di videotron. Beberapa netizen beranggapan peristiwa tersebut merupakan upaya 'pembajakan' seorang hacker profesional.

The news was met with amusement on Twitter with users debating whether the footage was the result of an unfortunate accident or a plot by professional hackers.

"Oh Jakarta, you never cease to amaze me,"Pete Cronin ‏wrote.

Kasus yang kini sudah dalam penanganan pihak kepolisian seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Siapapun yang bertanggungjawab, sekali lagi wajah Indonesia tercoreng.

Anies Baswedan Ternyata Sepupuan Novel Baswedan yang Menyerbu DPP PKS dan Menangkap LHI


[portalpiyungan.com] JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan pemenang peringkat ke-3 (dengan perolehan 11 kursi) dalam Pemilu legilastif 2014 di provinsi DKI Jakarta, memberikan tiket kursinya untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur dalam Pilkada DKI 2017.

Dalam dua kali Pilkada DKI sebelumnya PKS selalu mengajukan kadernya sendiri. Pilkada 2007 mengusung Adang Daradjatun dan Dani Anwar. Pilkada 2012 mengusung Hidayat Nur Wahid.

Namun Pilkada DKI 2017 PKS malah mengusung pihak luar, Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno (Gerindra).

Sementara pihak ada yang menyebut ini bentuk kenegarawanan PKS. Bahkan atas tiket ini, Anies Baswedan juga memuji para petinggi/qiyadah PKS yang memiliki sikap kenegarawanan.

Di situs resmi PKS, bahkan dimuat dengan judul "Anies Baswedan Puji Sikap Kenegarawanan PKS".

Link: http://ift.tt/2deKr8l

Anies Baswedan yang sebelumnya tidak disebut-sebut dalam perhelatan Pilkada DKI tiba-tiba namanya muncul dan langsung jadi calon gubernur yang diusung PKS dan Gerindra.

Publik mengetahui Anies Baswedan adalah mantan Timses Jokowi dalam Pilpres, juga mantan Menterinya Jokowi.

Saat perhelatan Pilpres bahkan Anies Baswedan sempat memfitnah gubernur Jabar dari PKS Ahmad Heryawan yang difitnah menggunakan APBD Jabar untuk pemenangan Prabowo. Berita ini bisa anda googling.

Namun, mungkin kader PKS belum banyak tahu bahwa Anies Baswedan punya hubungan sepupu dengan Kompol Novel Baswedan.

Siapa Kompol Novel Baswedan?

Kompol Novel Baswedan adalah penyidik KPK yang memimpin penangkapan ustadz Luthfi Hasan Ishaq (LHI) di kantor DPP PKS.

Simak kliping berita berikut dari berbagai media:

(1)

[Okezone, 31-01-2013]
Kompol Novel Baswedan Pimpin Penjemputan Presiden PKS

JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dijemput sekira 10 orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penjemputan ini dipimpin langsung oleh Kompol Novel Baswedan.

Kompol Novel Baswedan ialah salah satu punggawa senior penyidik KPK yang namanya terkenal saat kasus korupsi alat simulator SIM mencuat. Ia nampak hadir dalam penjemputan tersebut sekira pukul 23.02 WIB.

Rombongan penyidik KPK ini menggunakan empat unit mobil Kijang Innova warna hitam dengan nomor polisi B 1031 UFS yang didalamnya terdapat Luthfi Hasan Ishaaq. Sedangkan petugas KPK lainnya menumpang mobil Hyundai B 147 MDI, dan Kijang Innova B 1890 UFR, serta Innova B 1886 UFR.

Luthfi Hasan Ishaaq kemudian langsung digiring ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sempat terjadi ketegangan antara wartawan dengan petugas keamanan kantor DPP PKS saat para awak media mencoba meminta keterangan Luthfi terkait penjemputannya tersebut.

Link: http://ift.tt/2dyrAjS

(2)

[KOMPAS]
Kompol Novel Ternyata Sepupu Anies Baswedan

Hal itu diakui oleh Anies Baswedan, melalui akun twitternya (@aniesbaswedan). "Ya, adik sepupu," tulis Anies Baswedan, ketika menjawab pertanyaan apakah Novel Baswedan masih ada hubungan famili dengan dirinya.

Link: http://ift.tt/2deJ9Kn

(3)

[Republika, 03-02-2013]
Ini 'Curhat' Penyidik KPK yang Tangkap LHI

JAKARTA -- Salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang menangani kasus dugaan penyuapan terhadap Luthfi Hasan Ishaaq berkicau di twitter.

Lewat akunnya @nazaqistsha, Novel menyanggah kalau KPK melakukan konspirasi terhadap kasus dugaan korupsi daging sapi impor yang melibatkan eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

"Saya dan kawan-kawan KPK juga tidak serendah anggapan beberapa orang yang anggap bisa diatur atau dikontrol pihak lain, apalagi konspirasi," tegas Novel, Ahad (3/2).

Dia pun mengungkapkan dalam melawan korupsi yang sudah melibatkan mafia, banyak resiko yang menghadang. Akan tetapi, KPK tetap lawan. "Karena semua terjadi hanya karena Allah,"tegas penyidik yang sempat menggelandang LHI dari kantor DPP PKS, Rabu (30/1) malam.

Link: http://ift.tt/2dyrDMx

***

Siapa yang paling gigih dan berada di garda depan dalam membela LHI?

Ya. Benar. Fahri Hamzah. Yang kemudian dipecat.

Siapa sekarang yang mendapat sambutan hangat dari PKS dan diberikan kursi calon wakil gubernur DKI?

Ya. Benar. Anies Baswedan.

Siapa Anies Baswedan?

Ya. Benar. Sepupuan dengan Kompol Novel Baswedan yang menyerbu dan mengacak-acak markaz dakwah DPP PKS lalu menggelandang ustadz Luthfi Hasan Ishaq ke penjara.

LHI - Kompol Novel Baswedan - Fahri Hamzah - Anies Baswedan



Pencekalan Aguan Tak Diperpanjang, Ini Reaksi Keras Romo Syafi'i


[portalpiyungan.com] KPK akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang pencekalan terhadap Bos Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan. Hal ini terjadi usai diundangnya Aguan ke Istana  beberapa waktu lalu dengan dalih sosialisasi Tax Amnesty.

Hal ini mendapat tanggapan serius dari Anggota Komisi III DPR, HR Muhammad Syafi'i. Ia mengatakan saat ini komisioner KPK bekerja sesuai dengan pesanan penguasa. Sehingga tak ada taringnya lagi untuk mengusut kasus-kasus besar termasuk tidak memperpanjang pencekalan Aguan.

"Kalau Aguan tidak diperpanjang cekalnya, ya kita paham lah. Dia saja hadir ke acara Presiden Joko Widodo, ya toh," kata Romo Syafi'i, Jumat 30 September 2016.

Ia menjelaskan pimpinan KPK saat ini sangat tebang pilih dalam menangani kasus, terutama kasus-kasus besar sudah mulai tenggelam. Namun menurut dia, jika menangani kasus kecil sangat cepat menangani dan memprosesnya.

"Tidak tertutup kemungkinan kasusnya akan menguap begitu saja, sama seperti kasus Century, BLBI. Tapi kalau kasus-kasus kecil apalagi terkait anggota DPR, pasti kerja KPK itu super kilat dan super gesit," ujar anggota Fraksi Gerindra ini.

Untuk diketahui, bos Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan dicekal penyidik KPK sekira bulan April 2016. Pencekalan ini terkait perkara suap Raperda Reklamasi Jakarta yang melibatkan mantan anggota DPRD DKI M Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja.

Menurut informasi, sejumlah penyidik KPK sempat mempersoalkan cekal Aguan. Berdasarkan UU setelah 60 hari cekal harus dicabut kecuali diperpanjang. Sikap 5 komisioner terbelah yakni yang menolak status pencekalan Aguan dicabut itu Ketua KPK Agus Raharjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Sedangkan, yang setuju dicabut status cekal Aguan yakni Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Kini, akhirnya KPK tidak memperpanjang masa pencekalan terhadap Aguan.

Diduga 400 WNA China Diselundupkan Melalui Pelabuhan Sunda Kelapa Dini Hari Tadi


Yanuari Budi Jatmiko melalui laman facebooknya, Sabtu (1/10/2016), memberi kabar informasi yang sangat mengejutkan. Diduga sekitar 400 WNA asal China diselundupkan melalui pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Sabtu dinihari tadi.

Informasi ini ramai dibicarakan netizen.

Link: http://ift.tt/2dy0WYp

Berikut informasi lengkap yang disampaikan Yanuari Budi Jatmiko:

Jakarta pukul 03.15 wib
Tgl 01-10-2016

2 jam yang lalu telah mendarat sekawanan gerombolan yang datang dari negri asing lewat laut. Jumlahnya kurang lebih 400 wna asal china. Melalui pelabuhan sunda kelapa didepan gudang pak frangki china pontianak dan pengusaha di pelabuahan sunda kelapa.

Saya heran bagaimana kapal penumpang bisa turun di pelabuhan bongkar muat turun tidak melalui layaknya pelabuhan penumpang yang ada pemeriksaan. Ada apa ini?... Apakah sedemikian lemahnya penjagaan aparat?..

Atau memang ada pembiaran dari fihak aparat?...

Apakah masyarakat yang harus melakukan oprasi mandiri untuk pengamana wilayah dari pendatang haram?... Apa tugas aparat kalau begitu?...

Mohon di telusuri bagi aparat yang membaca atau masyarakat yang akan turun tangan..

(Yanuari Budi Jatmiko)


Rumah Kumuh Bukan Penyebab Banjir, Pemerintah Mestinya Menata Bukan Menggusur


Rumah warga pinggir kali memang umumnya kumuh dan tidak sehat. Tapi, itu bukan alasan untuk menggusur mereka. Alih-alih menggusur, pemerintah mestinya membantu menata rumah dan kampung mereka.

Normalisasi (memperlebar sungai) untuk mengatasi banjir? Banjir di Jakarta lebih disebabkan oleh limpasan (run-off) air hujan yang kolosal akibat hilangnya tanah resapan yang kini digantikan belantara beton dan aspal buat kenyamanan orang kaya.

Demikian disampaikan jurnalis senior, Farid Gaban, di laman facebooknya.

Menata bukan menggusur. Bahkan bisa dijadikan icon seperti yang dilakukan di Jogja dan Malang.

(Kampung Kali Code, terletak di jantung perkotaan Yogyakarta)

(Rumah Warna Wani kota Malang, Jawa Timur. Sekarang jadi icon)


Wahai KOMPAS, Sejak Kapan PENJAJAH Disebut PEJUANG PERDAMAIAN???


[portalpiyungan.com] Tanpa malu-malu menunjukan keberpihakan kepada penjajah Israel, KOMPAS memuat berita dengan judul "Shimon Peres, Pejuang Perdamaian Palestina-Israel hingga Akhir Hayat", Rabu (28/9/2016).

Link:
http://ift.tt/2cHPkAt

Berita KOMPAS ini terkait meninggalnya mantan presiden Israel itu pada Rabu (28/9/2016) lalu, di usia 93 tahun.

Sejak kapan PENJAJAH disebut sebagai PEJUANG???

Apakah penjajah Belanda juga kita sebuat mereka adalah Pejuang?

Simon Peres adalah penjahat perang, yang telah memimpin bangsa Yahudi menjajah dan merebut tanah Palestina. Membunuh dan mengusir rakyat Palestina dari negerinya.

Peres memiliki peran penting dalam rezim penjajah Israel, khususnya pada 1966, saat penjajah Israel melakukan pencurian tanah dan perpindahan warga ke wilayah yang bukan kekuasaan mereka. Salah satu peraturan yang diterapkan olehnya juga membuat tanah-tanah yang dimiliki Palestina dijadikan zona militer tertutup Israel.

Selama ia menjabat sebagai menteri pertahanan pada 1974-1977, Peres membangun pemukiman ilegal di Tepi Barat Palestina untuk Yahudi.

HAMAS mengatakan bahwa mantan Presiden Israel Shimon Peres mati sebelum diadili sesuai dengan pengadilan internasional atas kejahatan yang dilakukan terhadap kemanusiaan.

Dilansir Pusat Informasi Palestina, jurubicara Gerakan Hamas Hazim Qasim mengatakan bahwa Peres adalah salah seorang pemimpin pendiri negara penjajah Zionis yang menyebabkan terlantarnya jutaan rakyat Palestina di atas bumi ini.

Qasim mengatakan bahwa Peres terlibat kejahatan terhadap rakyat Palestina, kedua tangannya berlumuran darah Palestina.

Wahai KOMPAS, sejak kapan PENJAJAH disebut PEJUANG PERDAMAIAN???

Sudahkan kalian lupa dengan amanat UUD kita?

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."


[Video] Eep Saefulloh Fatah: Umat Islam dan Kontestasi Politik Jakarta


[portalpiyungan.com] JAKARTA - Paparan pengamat politik Eep Saefulloh Fatah dengan tema "Umat Islam dan Kontestasi Politik Jakarta" yang berlangsung di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, 27 Agustus 2016.

"Kontestasi politik akan berlangsung terus menerus, bukan berhenti di saat Pilkada," kata Eep.

"Kekuasaan itu sifatnya interaksi. Seseorang bisa berkuasa seenaknya, kalau ada yang dikuasai seenaknya. Seseorang bisa menjalankan apapun tanpa hambatan, jika tidak ada pihak lain yang menghambat," papar Eep.

"Semua punya kewajiban menjaga agar amanah tidak diselewengkan," sambungnya.

Berikut selengkapnya paparan Eep yang sangat menarik....

[VIDEO]

JIKA TIDAK BOLEH DIBAWA, AGAMA DISIMPAN DI MANA?


JIKA TIDAK BOLEH DIBAWA, AGAMA DISIMPAN DI MANA?

by Balya Nur

Untuk membakar semangat arek-arek Surabaya melawan tentara Inggris, Bung Tomo menempatkan kata "merdeka!" setelah kalimat takbir: "Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!".

Sampai sekarang tidak ada yang berani mengatakan Bung Tomo membawa-bawa agama dalam perjuangannya melawan penjajah.

Musim Pilpres atau Pilkada adalah musim imbauan pelepasan sementara agama,

“Jangan membawa-bawa agama dalam ranah politik.”

“Jangan membawa-bawa agama dalam menentukan pilihan politik.”

Bagi sebagian umat Islam imbauan itu membingungkan, karena umat Islam selalu membawa agamanya pada setiap aktifitasnya. Mau tidur, berdoa. Bangun tidur, berdoa. Mau masuk kamar mandi, berdoa. Memakai baju, berdoa. Mau berangkat kerja, berdoa. Bahkan saat akan berhubungan intim dengan istri atau suami juga ada doanya.

Lalu bagaimana caranya melepaskan agama saat menentukan pilihan politik? Apakah di TPS ada tempat khusus penitipan agama? Lalu kalau hilang, bagaimana? Atau kalau tertukar dengan agama lain, gimana? Lalu apa makna langsung, bebas, dan rahasia, kalau kebebasan memilih diberi persyaratan tidak boleh membawa agama?

Barangkali imbauannya lebih tepat, jangan membawa-bawa dalil agama dalam berpolitik dan dalam penentuan pilihan politik. Tapi imbauan itu juga bisa bikin pak ustadz marah. Menurut pak ustdaz, kalau dalam beragama tidak pakai dalil, mardudatun laa tuqbalu, segala amalanmu pasti ditolak Tuhan.

Kita bisa saja membantah pak ustadz, “maksudnya hanya dalam soal politik saja.”

Tapi Pak ustadz juga punya jawabannya, "Ini saya kasih lihat mushhaf Al-Qur’an tafsir tematik. Silakan baca sendiri. Jelas pembagian temanya. Ada tema taqwa, tema iman, tema ibadah, tema halal dan haram. Selanjutnya lihat ini. Ada tema kesehatan, tema ekonomi. Langsung saja pada tema yang sedang kita bicarakan. Nah, ini. Tema politik. Ayo, kamu berani melepaskan tema ini dari Al-Qur’an? Jangan menatap saya, tatap ke atas sana (Tuhan). Berani nggak?"

Ayo, siapa yang berani?


WAH.. Ternyata Perusahaan Jokowi Salah Satu Pengemplang Pajak yang Ikut Tax Amnesty!


[portalpiyungan.com] Program pengampunan pajak atau amnesti pajak (tax amnesty) diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga hingga konglomerat sejak zaman Orde baru. Bahkan, Joko Widodo (Jokowi) juga "tersangkut" program tersebut.

Namun, bukan Jokowi secara pribadi yang mengikuti amnesti pajak, melainkan perusahaan keluarga yang dimilikinya menjadi salah satu pengemplang pajak yang mengikuti program pengampunan pajak.

"Saya tidak ikut, tapi perusahaan saja yang ikut," katanya di sela-sela kunjungannya ke kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat malam 30 September 2016.

Kunjungan Presiden itu untuk memantau perkembangan amnesti pajak menjelang berakhirnya periode pertama pukul 24.00 WIB, 30 September 2016. Dalam kunjungan itu, Presiden didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Direktorat Jenderal Pajak yang telah bekerja keras, bahkan bekerja hingga tengah malam, untuk program amnesti pajak. Karena itu, dia meminta adanya apresiasi yang diberikan kepada seluruh pegawai pajak.

"Terima kasih saya ucapkan kepada pegawai pajak selama tiga bulan ini telah bekerja betul-betul," katanya.

Jokowi kembali mengingatkan tax amnesty ini merupakan momentum untuk mereformasi basis perpajakan dan meningkatkan rasio wajib pajak. Jadi, dia mewanti-wanti seluruh orang yang belum mengikuti program ini agar segera berpartisipasi dalam periode berikutnya.


G30S/PKI Sepi Pemberitaan, MUI: Rezim Ini Pro PKI, Ya?


[portalpiyungan.com] Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain, mengkritik sepinya peringatan 30 September untuk mengenang jenderal yang terbunuh oleh PKI. Seharusnya pemerintah menginstruksikan untuk memasang bendera setengah tiang.

"Tujuh jenderal dibunuh PKI, tahun Ini tidak ada perintah pasang bendera setengah tiang tanggal 30 September. Apa rezim Ini pro PKI ya?" tanyanya lewat kicauan di Twitter, Jumat 30 September 2016.



Gerakan 30 September PKI 1965 atau yang juga akrab disingkat G-30 S/PKI kembali menjadi perbincangan hangat di lini masa. Di Twitter, G-30 S/PKI menjadi salah satu trending topic

.

Sejumlah netizen bahan memajang foto-foto jenderal yang selama ini dianggap menjadi korban keganasan PKI. Di antaranya seperti Mayjend S. Parman, Mayjend Soeprapto dan Mayjend MT. Haryono.

"Mari sejenak kita mendoakan para pahwalan yang gugur dalam G-30 S/PKI," tulis akun Gen4Defender.



Seorang netizen lain menyayangkan minimnya pemberitaan tragedi ini. Media arus utama lebih banyak memberitakan sidang kopi Jessica atau Pilkada.

"G-30 S/PKI seakan menghilang ditutupi sidang kopi Jessica ataupun Pilkada," tulis akun Cullenfebr.



Di era Orde Baru, setiap malam 30 September selalu ditayangkan film tentang keganasan PKI. Pemutaran dan fakta dalam film itu memang kontroversial.



Sejumlah pihak mempertanyakan kebenaran alur cerita dalam fim itu. Pemutaran film itu dianggap hanya sebagai propaganda Orde Baru. Setelah zaman reformasi, pemutaran film tersebut ditiadakan.

20 KEBOHONGAN AHOK BY @AWEMANY


[portalpiyungan.com] Inilah daftar 20 kebohongan Ahok yang diulas oleh Ardi Wirda Mulia dalam akunnya @awemany via twitter, Jumat 30 September 2016.

Dari janji kampanye yang paling kental bohongnya adalah soal penggusuran http://ift.tt/2cQQWv8

Tapi saya baik deh. Saya cuma itung pada orang" yang dijanjikan langsung secara personal. Pasar ikan dan bukit duri. (2).

Kemudian janji untuk tidak menyetujui 6 ruas jalan toll yg kemudian dilanggarnya dengan arrogant.(3) http://ift.tt/1uTuOUd

Namun 1.5 tahun kemudian berubah pikiran lagi. Khas mencla-mencle. (4) http://ift.tt/2cQQWv8

Beberapa janji kampanye "lucu" seperti ngga akan pakai voor rijder ngga akan saya permasalahkan. Katanya itu Jokowi. Bukan Ahok.

Sungguhpun ada banyak janji kampanye yg ngga terpenuhi saya ngga bisa bilang bohong juga. Faktornya banyak. Ngga saya kejar. Fair?

Saya kasih yg jelas" aja kayak gini (5). http://ift.tt/2cQSVPO

Atau klaim kalau udah lapor DPP Gerindra, ternyata belum. Ngga penting sih, tapi ini watak. (6) http://ift.tt/1sVFG1P

Yang ini parah.  Bohongnya ketahuan di depan hakim (7). http://ift.tt/2cQQ8pP

Kalau soal ini boleh percaya lulung atau tidak. Bisa Ahok ngga tahu. Atau dia cuma abai. Ngga gue itung. http://ift.tt/2dsPk8o

Tapi ini jelas bohonglah. Yang tadinya cuma diakui sebagai anak magang akhirnya diakui sebagai staff khusus (8). http://ift.tt/2cQRZLp

Tentang Teman Ahok dan Cyrus, Ahok banyak akrobat di sini. (9) Ngaku ngga kenal Teman Ahok pada oktober 2015. http://ift.tt/1je5HIQ

Tapi ngaku juga kalau akrab dengan Hasan sejak 2012. http://ift.tt/2dsNVhQ;

Padahal Teman Ahok jelas di danai di awal oleh Hasan (diakui) dan menggunakan kantor cyrus yg nyewa ke pemprov (diakui).

Inilah yang disebut pembohongan terencana. Hanya karena ingin menipu publik agar TA disebut gerakan volunteer anak muda.

Akrobat lain terkait dengan pencalonan dari jalur independen. Mencla-mencle. Paling tidak ada 3 kebohongan.

(10). lewat independen supaya ngga pake parpol yang penuh korupsi/mahar.

(11). Masih lewat independen dengan Heru.

(12). Parpol cuma alat untuk dukung Ahok-Heru.Perubahan itu ada di link ini. http://ift.tt/2cQQzk8

Kenapa bohong? Ya, karena pada akhirnya kita tahu kalau dia dapat tiketnya bersama dengan Djarot.

Terkait dengan antek dan penjilatnya di sosmed, dia ngaku ngga kenal kurawa (14). Tgl 26 mei. http://ift.tt/2dsNVOX

Padahal di sini dia bilang tgl 8/4/2016, Rudi mengenalkan diri sebagai kurawa. Dia ingat, kok. http://ift.tt/2cQRwZM

Soal harta kekayaan dia juga bohong (15). Di sini dia ngaku ngga punya bisnis. Isterinya juga. http://ift.tt/1VclGGt

Di sini disebutkan dia tidak melaporkan mobil perusahaannya. Katanya ngga punya bisnis? http://ift.tt/2cQRUrj

Soal kasus RS Sumber Waras, Ahok memastikan bahwa itu bukan tanah sengketa. http://ift.tt/2dsO59f

Tapi sampai hari ini, gugatan hukum terus terjadi antara 2 pihak di tanah" itu. Bodoh? Bohong? Ngga gue itung. http://ift.tt/2cQRdhz

Tapi, gue harus ngasih kredit ke Ahok. Gue ngga nemu dia mencla-mencle di kasus ini. Ada perbedaan posisi, ya wajar. Ketahuan bohong, engga.

Lain dengan kasus reklamasi. Di sini mencla-menclenya sepanjang jalan. Dugaan ada yg ditutupi itu memang beralasan.

Mulai dari pandangannya/sikapnya terhadap reklamasi (16). Dia bilang seneng reklamasi dibatalkan. Tapi nyuratin presiden minta diterusin. http://ift.tt/2dsOuZk

Dia bilang kalau kalah di PTUN dia seneng. Bisa diambil pemprov. Tapi dia banding (17). http://ift.tt/2cQR3a4

Dia bilang akan patuh pada PTUN, nunggu berkekuatan hukum tetap, tapi ngga mau stop pembangunan.(18) http://ift.tt/1t1ijbc

Ahok juga berbohong soal ketiadaan ikan di sekitar pulau reklamasi.(19). Gue ngga ngerti buat apa. Hobby aja. http://ift.tt/2cQRQI6

Tentang diskresi, dia ada bohongnya. Dia bikin perjanjian bulan maret. UU nya bulan september. (20) http://ift.tt/2dsNR1x

Tentang kontribusi pengembang dia berbantahan soal pembiayaan gusur kalijodo.Waktu yg akan membuktikan bohong/tidak. http://ift.tt/2cQQc9l

Soal kebohongan reklamasi ini akan masih banyak lagi. Motivenya apa? Biar KPK yang ngurus. Kita tunggu aja.

Dan 20 yang saya paparkan ini beneran hal" yang dia sengaja mengatakan sesuatu yg akhirnya terbukti salah. Pinokio. 

Saya ngga ngitung sekedar ngomongnya yang ngawur atau asal. Ada soal sabotase inilah-itulah, nuduh ibu" maling dan banyak lagi.











Videotron Jadi Videoporn, AHOK HARUS TANGGUNG JAWAB!


[portalpiyungan.com] Tertayangnya video porno pada sebuah layar videotron di Jalan Pangeran Antasari Jakarta Selatan, Jumat 30 September 2016 menghebohkan warga.

Video, yang oleh beberapa saksi warga dinyatakan berdurasi sekitar 20 menit akhirnya terhenti karena aliran listrik ke videotron tersebut dihentikan atas inisiatif Doma, seorang pedagang soto mie di pinggir jalan.

Video yang ditayangkan sekitar pukul 13.00, memicu keresahan warga. Beberapa warga yang sempat merekam adegan pada videotron tersebut kemudian menguploadnya ke berbagai situs media sosial.


Reaksi keras pun datang dari netizen. Rata-rata mereka mengecam penayangan video dewasa tersebut.

Akun twitter Raymond Ngantung @rayx22 salah satu netizen menuliskan, "Videotron depan kantor walikota jakarta selatan, mohon di tindaklanjuti ‪@basuki_btp‬ ‪@TMCPoldaMetro‬."

Netizen lain yang juga seorang guru @87_julay menuliskan keprihatinannya dan memention senator Jakarta, Fahira Idris.

"Bunda @fahiraidris mohon dikecam penayangan video porno yang diputar di Jaksel," tulisnya.

Ada sebuah benang merah yang bisa ditarik dari dua peristiwa terkait reklame. Yang pertama adalah peristiwa jatuhnya papan reklame pada JPO di Pasar Minggu dan yang kedua tertayangnya video porno di Videotron yang terletak di depan kantor Walikota Jaksel hari ini.

Benang merah tersebut, menurut Ahok adalah mafia reklame. Pertanyaannya, ke mana larinya uang dari pajak reklame tersebut? Benarkah Pemprov sama sekali tidak menikmati uang hasil pajak reklame?

Nyatanya, Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta mengaku telah melakukan pemungutan pajak reklame di 20 titik JPO. Hal ini dituturkan Kadin PP Prov DKI Jakarta, Agus Bambang S, Kamis 29 September 2016.

"Memang izin sarana reklame di JPO yang merupakan aset Pemda DKI hanya tujuh titik. Tapi kita kan pungut pajak reklame dari semua iklan yang tayang di langit Jakarta, termasuk di JPO aset pihak lain seperti di atas jalan tol milik Jasa Marga," ujarnya.

Dengan demikian, Ahok tidak bisa begitu saja cuci tangan dan melepaskan diri dari tanggung jawab pada dua peristiwa terkait media iklan ini.

Catatan: Saat berita ini diturunkan polisi telah berhasil menangkap pelaku penayang video porno di videotron.












AHOK KECOLONGAN! Warga Digegerkan Tayangan Adegan Dewasa Pada Videotron

Picture: courtesy of Vivanews 

[portalpiyungan.com] Sebuah video porno tiba-tiba muncul di megatron jalan raya tepatnya di kawasan Jalan Pangeran Antasari, di Kebayoran Baru, dekat kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat, 30 September 2016. Video  itu membuat heboh warga yang tengah melintas di jalan tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat membenarkan ada informasi terkait itu. Namun dia mengatakan saat ini anggotanya sedang melakukan pengecekan dan penyelidikan di lokasi.

"Iya benar. Ada informasi itu. Anggota lagi lidik di lokasi, lagi periksa keterangan saksi," kata Tubagus.

Video ini menjadi viral di media sosial. Dapat sebuah rekaman yang tersebar, video adengan orang dewasa itu berlangsung saat jalanan di kawasan tersebut tengah macet. Para pengendara merekam beberapa detik adegan yang terpampang di layar lebar tersebut.

Tak hanya pengendara, banyak warga yang tengah melintas dengan jalan kaki langsung berhenti sambil menunjuk videotron tersebut.

Antara Santun Dan Keras


"Antara Santun Dan Keras"

Oleh: Ust. Komiruddin Imron

Ada saatnya kita harus berkata santun, juga ada saatnya berkata keras. Jangan santun saat diperlukan keras atau keras saat seharusnya santun.

Kalau ada maling sudah masuk ke rumah, jangan berkata santun.... "silahkan.... Ini kunci motornya..... Ini kunci berangkasnya..... ". Tapi yang benar adalah anda berteriak "Maling!".

Ketika ada seorang residivis mau bertobat, jangan dibentak. Tapi bisikan di telinganya bahwa Allah Maha Pengampun.

Begitulah Allah memberikan sifat pada generasi pertama dari umat ini.

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (Qs, 48:29)

Ketika orang belum tahu tentang sesuatu, jangan dibentak atau dicemooh. Tapi ajarkanlah dengan santun. Begitu yang dicontohkan baginda Rasulullah SAW saat ada seorang arab badui yang kencing di pojok masjid.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata:

"Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid.

Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut.

Tatkala orang tadi telah menyelesaikan hajatnya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas memerintah para sahabat untuk mengambil air, kemudian bekas kencing itu pun disirami."

(HR. Bukhari no. 221 dan Muslim no. 284)

Dan sebaliknya, terhadap kaum kafir yang menampakkan permusuhan...

Setiap mukmin juga wajib bersikap keras dan kasar.

Tentu tidak ada kata santun terhadap orang yang mengganggu marwah kita, menginjak injak harga diri kita dan menodai kehormatan kita.

"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orangorang yang bertakwa." (QS.9: 123)

Begitulah, santun dan keras dua kondisi yang harus menjadi sifat bagi setiap muslim. Menempatkan masing masing pada tempatnya akan menimbulkan energi yang positip dalam mengarungi bahtera kehidupan.

(Natar, 30/9/2016)


Fadli Zon Buktikan Justru Ahoklah Penyebar Provokasi Berbau SARA


[portalpiyungan.com] Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bakal calon incumbent untuk menghentikan pernyataan yang berbau SARA (suku, ras, agama) dalam Pilkada 2017.

"Kami minta Ahok menghentikan pernyataan-pernyataan provokatif yang menyinggung SARA," kata Fadli di Jakarta, Jumat 30 September.

Menurut dia, kritik dan debat adalah hal biasa dalam demokrasi. Akan tetapi, pernyataan yang menyinggung agama bisa ditanggapi berbeda oleh masyarakat. Oleh karena itu, Pilkada ini harus berjalan secara sehat, demokratis, dan konstitusional.

Ia juga mengecam pernyataan Ahok yang mengutip surat Al-Maidah ayat 51. Menurutnya sikap provokatif Ahok ini tak sejalan dengan seruannya selama ini yang meminta agar jangan ada rasis dan isu SARA dalam kampanye.

"Kami mengecam pernyataan Ahok yang mengutip Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 51. Selama ini Ahok banyak menyerukan agar jangan ada isu SARA, jangan rasis di dalam kampanye politik," ujar Wakil Ketua DPR ini.

Ia mengatakan, pernyataan Ahok yang mengutip surat Al-Maidah 51 dengan konteks tidak tepat, jelas merupakan pernyataan provokatif dan bermuatan SARA. Karena, Ahok bukan orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajarinya tentang agama.

"Pernyataan Ahok juga sangat tidak tepat, karena itu sama saja dengan melarang umat Islam menjalankan keyakinan ajaran agamanya," tandasnya.

Anies Baswedan: Pilih Pemimpin Jangan Lihat Agamanya, Tapi Visi Misinya


[portalpiyungan.com] JAKARTA - Cagub DKI Anies Baswedan yang diusung Partai Gerindra dan PKS mengunjungi posko pemenangan. Posko pemenangan bernama JAKPAS (Jakarta Pilih Anies & Sandiaga) ini berada di Jatinegara, Jakarta Timur.

Anies tiba dengan mobil Honda Odyssey bernopol B 705 ARB sekitar pukul 09.28 WIB. Kedatangannya langsung disambut oleh Ketua Relawan JAKPAS, Tohir, dan juga Ketua Gres (Gerakan Rekan Sandiaga Uno) Harto Harianja.

Dalam sambutannya, Anies menegaskan bahwa para relawan harus mengedepankan visi dan misi, bukan isu SARA. Selain itu, Anies juga berjanji jika terpilih akan memanusiawikan warga Jakarta.

"Jakarta itu banyak masalah, maka dari itu jangan pilih pemimpin yang meniadakan masalah atau malah menambah masalah. Alhamdulillah hari ini posko JAKPAS resmi dibuka. Kalau bapak ibu melihat agama pemimpinnya, sudah ada. Tapi jangan lihat agamanya tapi lihat visi dan misinya. Jangan lagi lihat agamanya. Saya berkomitmen akan meneruskan hal-hal baik yang telah dikerjakan oleh 3 pemimpin DKI Jakarta yaitu Pak Fauzi Bowo, Pak Jokowi, dan Pak Basuki," kata Anies Baswedan di Rukan Jatinegara, Jalan Bekasi Timur IX, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016).

"Kita hadir bukan untuk memimpin Kota Jakarta, tapi memimpin masyarakat Jakarta. Sekarang kita ingin konsentrasi kepada masyarakatnya. Pemilik kekuasaan di Jakarta bukan pemerintah, namun masyarakatnya. Jadi yang kita tawarkan adalah meneruskan yang sudah baik dan menambahkan lapangan kerja," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Jakpas Tohir menjelaskan mengenai dukungannya kepada Anies dan Sandi. Alasan Jakpas dukung Anies Baswedan dan juga Sandiaga Uno karena keduanya santun, berbeda dengan Ahok.

"Insya Allah Jakpas mendukung calon gubernur yang perkataannya baik. Perilakunya baik dan juga memanusiakan manusia. Tidak seperti pemimpin yang sekarang. Insya Allah di hari Jumat yang barokah ini kita berdoa agar Pak Anies Baswedan dan juga Pak Sandiaga," imbuh Tohir, seperti dilansir detikcom.


Inilah 5 Fakta Unik Agus-Sylvi yang Perlu Diketahui Publik


[portalpiyungan.com] Putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono semakin dikenal publik setelah diusung oleh Koalisi Cikeas sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Sebelumnya, Koalisi Cikeas (PD, PKB, PPP, dan PAN) akhirnya memutuskan bahwa Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono akan maju menjadi cagub DKI didampingi oleh Dr. Sylvianna Murni, S.H., M.Si. yang akan menjadi cawagubnya.

Publik jelas penasaran dengan Agus Yudhoyono, harapan Koalisi Cikeas untuk memenangi cucu Sarwo Edhie, perwira TNI AD yang namanya mencuat setelah Gerakan 30 September tahun 1965. Bila kamu termasuk orang yang penasaran dengan sepak terjangnya, lima fakta ini bisa membantu mengenal sosok Agus Yudhoyono.

1. Militer Tulen
Pria dengan nama lengkap Agus Harimurti Yudhoyono ini lahir di tengah keluarga dengan latar belakang militer, terutama Angkatan Darat. Ia merupakan putra sulung dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati. Ayahnya, SBY, adalah putra dari R. Soekotjo yang merupakan seorang prajurit.

Garis keturunan Agus dengan Sarwo Edhie terbentuk melalui ibunya. Ya, Ani Yudhoyono adalah putri dari Sarwo Edhie Wibowo, perwira TNI AD yang namanya dikenal pada penghujung tahun 1965. Kekentalan darah militer dari kedua orangtuanya, baik ayah maupun ibu, tidak perlu diragukan lagi.

2. ‘Sang Ilalang’ Taruna Nusantara
Sebelum mengenyam pendidikan di Akademi Militer dan lulus dengan predikat Adhi Makayasa (lulus terbaik), Agus bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang. SMA ini pertama kali digagas oleh Benny Moerdani pada awal dekade 90 dengan asumsi rezim Soeharto akan langgeng.

Di SMA Taruna Nusantara, terdapat dua istilah yaitu ‘rumput’ dan ‘ilalang’. Ilalang jelas lebih tinggi daripada rumput, analogi untuk siswa yang berprestasi. Agus bintang di angkatannya. Jelas ia merupakan ilalang.

3. Sayang Anak
Setahun setelah ayahnya menjadi presiden, Agus menikah dengan Annisa Larasati Pohan. Annisa adalah seorang finalis Gadis Sampul tahun 1997. Pernikahan Agus dan Anissa kemudian membuatnya dikaruniai seorang putri bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono.

Sebagai seorang perwira menengah, Agus jelas sibuk. Berbagai latihan bersama/komando membuat waktunya demikian tersita. Namun, hal itu tidak lantas mengurangi rasa sayangnya terhadap anak. Dalam acara-acara tertentu semacam wisuda sekolah, misalnya, Agus tampak mendampingi Aira, nama kesayangan Almira, sang buah hati.

4. Gelar Akademis
Gelar bukan lagi barang baru bagi Agus. Berbagai penghargaan di bidang militer telah ia raih. Medali PBB atas kinerjanya memimpin kontingen Garuda di Lebanon dan The Order of Saint Maurice pemberian the US National Infantry Association hanyalah sebagian dari koleksi medalinya yang bertaraf internasional. Itu belum termasuk penghargaan dari dalam negeri.

Namun, Agus tidak hanya garang di medan tempur. Ia juga cerdas di kelas. Setidaknya ada tiga gelar yang Agus miliki, yakni M.Sc., MPA., M.A. Gelar ini ia dapatkan dari universitas terkemuka John F. Kennedy School of Government, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

5. Suka Berolahraga
Agus sangat menyukai olahraga salah satu olahraga yang digemarinya yakni lari. Agus memprakasai komunitas lari yang beranggotakan sipil dan militer bernama Garuda Finishers pada tahun 2013 tepatnya pada saat perayaan HUT Brigade Infanteri Lintas Udara 17.

Bersama komunitas Garuda Finishers, Agus telah mengikuti banyak kegiatan dan kompetisi lari dan juga menyelenggarakan event-event lari sambil tetap beraksi sosial. Tak hanya lari saja, Agus juga mempunyai hobi basket hal tersebut dilihat di akun instagramnya. Semasa sekolah ia pernah memperkuat SMPN 5 Bandung, SMPN 20 Jakarta Timur, SMA TN, dan AKMIL.

Selanjutnya tentu saja mengupas fakta tentang Sylviana. Tiga jenis latar belakang Sylviana (pegawai negeri sipil, perempuan, dan warga Betawi) menjadikannya dipilih mendampingi putra SBY.

Lantas, apa lagi yang dapat kita ketahui dari seorang Sylviana Murni?

1. Demokrasi dari Meja Makan
Sylviana lahir dari keturunan keluarga Betawi yang religius. Ayahnya yang berprofesi sebagai tentara memberikan nilai-nilai kedisiplinan dalam berbagai hal. Sementara itu, ibunya memberikan bekal agama yang cukup kuat, seperti beribadah, mengaji, mencontohkan sifat tawadhu (rendah diri), dan menghormati orang lain. Nilai-nilai demokrasi ia pelajari dari orangtuanya.

“Waktu kecil, di rumah saya ada meja makan besar untuk anggota keluarga kami yang berjumlah sepuluh orang. Meja yang diberi julukan ‘meja demokrasi’ itu bukan sekadar tempat makan, tapi sarana untuk berkomunikasi antara anak dan orang tua.

Di situ kami boleh berdebat, bahkan memprotes kebijakan-kebijakan orang tua. Tapi, jangan harap kami masih dapat memprotes kalau sudah tidak duduk di meja itu. Di luar acara makan, kami tetap harus patuh dan hormat kepada orang tua,” kenangnya.

2. Pernah Menjadi Anggota Dewan
Dalam jenjang kariernya, Sylvi pernah menjabat sebagai anggota DPRD. Kesempatan ini datang menjelang reformasi 1998. Saat itu, ia sempat cuti di luar tanggungan negara karena terpilih menjadi anggota DPRD DKI periode 1997-1999 dari Golkar.

Namun, terbit peraturan pemerintah (PP) yang mengharuskan PNS tidak memihak atau netral dari partai politik. Sylvi kemudian memilih untuk kembali menjadi PNS. Hal itu dilakukannya dengan dua pertimbangan.

“Pertama, karena memang saya berasal dari PNS. Kedua, saya merasa bukan politisi tapi lebih merasa sebagai organisatoris,” ujarnya.

Akibat keputusan tersebut, sebelum terdaftar lagi sebagai PNS, Sylvi sempat dua bulan menganggur. Sebab, berdasarkan ketentuan yang berlaku, setelah berhenti menjadi anggota dewan tidak bisa langsung kembali ke posisi yang lama di PNS. Padahal, ia sebagai pegawai negeri saat itu sudah mencapai tingkat Eselon IV.

“Kebetulan karena kebijakan restrukturisasi, ada pejabat dari unsur TNI yang dikembalikan ke kesatuannya. Saya akhirnya ditarik ke Biro Dinas Sosial dan ditetapkan menjadi Kepala pada 1999. Itu terjadi setelah dua bulan saya lepas dari anggota dewan,” katanya.

3. None yang Menulis Buku
Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bahwa sebelum menjadi PNS dan anggota dewan, Sylvi pernah menjadi None Jakarta. Hal itu terjadi pada tahun 1981. Mengingat tahun kelahirannya pada 11 Oktober 1958, usianya saat itu adalah 23 tahun.

Selain itu, Sylviana Murni juga menulis buku bertemakan Betawi. Kedua buku itu ialah Nuju Bulanin ala Betawi (2011) dan Pernak Pernik Abang dan None (2011).

4. Pencetus Sekolah Gratis
Sekolah gratis menjadi visi Sylviana Murni saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta pada 19 Oktober 2004. Untuk membuat sekolah gratis bagi SD dan SMP, Sylvi mengatakan bahwa pemerintah perlu menggulirkan program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dananya bersumber dari APBN dan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) yang diambil dari APBD DKI Jakarta. Gagasan tersebut disetujui anggota dewan.

5. Sylviana dan Uang Kesra Guru
Peran besar Sylvi lainnya ketika menjadi Kadis Pendidikan Dasar DKI Jakarta adalah dalam hal peningkatan uang kesra guru di DKI Jakarta. Alhasil, tahun 2006, setiap guru menerima uang kesra sebesar Rp2 juta per bulan.

Sylvi memiliki alasan atas hal ini. Menurutnya, uang kesra ini sangat penting untuk meningkatkan loyalitas dan profesionalitas seorang guru dalam melaksanakan profesinya.

Sejumlah fakta di atas menjadi catatan penting untuk menjawab keraguan banyak pihak atas prestasi Agus dan Sylviana Murni.

Mereka berdua bukan tokoh karbitan yang muncul mendadak. Mereka sangat mumpuni untuk bisa membangun Jakarta.

Thursday, September 29, 2016

Khutbah Jum'at Anis Matta "Sang Nahkoda Baru"


[portalpiyungan.com] JOGJA - Khutbah Jum'at Bung Anis Matta di Masjid Mujahidin UNY, Yogyakarta, tanggal 8 Februari 2013.

Khutbah Jum'at ini persis satu pekan setelah Anis Matta diangkat menjadi Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq, Jumat (1/2/2013).

Anis Matta langsung berkeliling ke berbagai penjuru tanah air usai diamanahi jadi Presiden PKS, mengokohkan kembali perahu PKS yang oleng oleh ombak dan badai yang datang tak disangka-sangka.

Obat kangen bagi para kader...

[Video]


Link: https://www.youtube.com/watch?v=8Xbi7Gerk8E&feature=youtu.be


Setelah Aguan Diundang Ke Istana, KPK Akhirnya Tak Perpanjang Cekal Aguan


[portalpiyungan.com] JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memperpanjang status cekal terhadap bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan. Keputusan itu diambil dalam rapat yang digelar pimpinan komisi antirasuah pada Kamis (29/9), kemarin.

"Tidak diperpanjang," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, kepada Tempo, Kamis, 29 September 2016.

KPK telah mencekal Aguan bepergian ke luar negeri sejak 1 April 2016. Sedangkan masa cegah-tangkalnya akan berakhir pada Sabtu, 1 Oktober 2016. Status cegah Aguan diberlakukan setelah KPK menangkap mantan Ketua Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. Sanusi dicokok karena menerima uang dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

Aguan dicekal berkaitan dengan kasus dugaan suap Sanusi untuk mengubah kewajiban pengembang pulau reklamasi membayar 15 persen dari nilai jual obyek pajak total lahan. Pembayaran ini disebut kontribusi tambahan.

Berdasarkan berita acara pemeriksaan terhadap Saiful Zuhri alias Pupung, anak buah Aguan, Saiful pernah diperintah Aguan untuk menghubungi Sanusi. Ia meminta Sanusi "mengamankan" rapat paripurna yang membahas rancangan peraturan daerah tentang reklamasi Teluk Jakarta.

Link: http://ift.tt/2dqAyyZ

Pembebasan Aguan dari cekal (tidak diperpanjang) ini persis satu pekan setelah sebelumnya Aguan diundang Presiden Jokowi ke Istana pada Kamis, 22 September 2016.

Pertemuan di Istana itu konon membicarakan tentang tax amnesty atau pengampunan pajak.

Saat dicegat sejumlah wartawan setelah pertemuan berakhir, Aguan tidak bersedia membuka apa yang dia dan para pengusaha lain sampaikan ke presiden dalam pertemuan itu. Ia hanya mengucapkan kata terima kasih ke para jurnalis yang bertanya.

"Terima kasih," ucap Aguan singkat ketika dicecar awak media soal pertemuannya dengan presiden Kamis malam itu, seperti dilansir Tempo.

Aguan keluar dari Istana Merdeka, sekitar pukul 20.30 WIB. Ia menggunakan pakaian batik.


Wawancara Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Sosok Anies Baswedan dan Siapa Yang Akan Didukung Ulama


[portalpiyungan.com] JAKARTA - Pada Selasa (27/9/2016), para tokoh Ummat dari Majelis Pelayanan Jakarta (MPJ) mengadakan Silaturrahim dengan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Foto-foto Silaturrahim ini kemudian beredar di media sosial dan diklaim bahwa para Ulama memberi dukungan kepada pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Mengklarifikasi hal ini, Radio DAKTA mewancarai ustadz Bachtiar Nasir (juru bicara MPJ dan juga Sekretaris Umum Majelis Intelektua dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)).

Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa Silaturrahim ini dilakukan untuk tabayun/klarifikasi terkait Anies Baswedan yang banyak menanyakan apakah Syiah atau JIL, maka ulama perlu mengklarifkasi langsung kepada yang bersangkutan.

Ustadz Bachtiar menegaskan belum ada dukungan ulama untuk Pilgub DKI. Karena para ulama juga akan mengadakan silaturrahim juga dengan calon muslim yang lain yaitu Agus Harimurti Yudhoyono - Sylvia Murni.

"Konsen Umat adalah  melawan petahana. Kedua-duanya (Anies-Agus) isnya Allah baik. Semuanya adalah saudara," ujar ust Bachtiar Nasir.

"Kami sedang cari waktu (untuk bertemu dengan Agus-Sylviana)," tambahnya.

Berikut selengkapnya rekaman wawancara Syifa Faradila (Radio Dakta 107 FM Bekasi) dengan Ustadz Bachtiar Nasir pada tanggal 28-09-2016.

[REKAMAN Ust. Bachtiar Nasir]

Akun-akun Anti-Syiah Anti-Liberal Anti-Anies Baswedan Kena Blokir Facebook


Subuh ini (Jumat, 30/9/2016) dikabari akun-akun pengabar berita Suriah dan anti Syi'ah yang berarti konsekuensinya juga anti Anies Baswedan, Berguguran.

Akun Ridlo Abelian, Maulana Mustofa, Malikul Amin Teuboh, Tok Dalang, Akun Middleeastupdate, Anti Liberal News, Dan beberapa lainnya padam. Ada yang sementara, Ada pula yang permanen. Kesamaan mereka 1: Anti Anies.

Proses matinya akun fb dan fp (fanpage) diatas dimulai sejak gencarnya mereka memberitakan track record Anies Baswedan dan mengabarkan pada ummat bahayanya orang liberal pembela Syi'ah dan Ahmadiyah yang kini jadi cagub dari PKS - Gerindra itu.

Kecurigaan kami mengarah pada tim cyber dari cagub tersebut, Entah afiliasi resmi atau simpatisan. Karena sebelum ini alhamdulIllah mereka aman-aman aja.

Saya cuma berpesan pada antum, Pelaku yang mungkin baca ini:

IttaqIllah. Bertakwalah kalian pada Allah. Takutlah akan doa-doa muslim Suriah yang terdzalimi akibat washilah, Perantara kami mencari rejeki bagi mereka, Antum tumbangkan.

Kalau begini cara kalian berpolitik, Semoga Allah timpakan kehinaan dunia dan akhirat selamanya. Semoga Allah membuka mata ummat tentang siapa kalian, Menelanjangi kebusukan dada-dada kalian, Memisahkan orang-orang ikhlas diantara kalian, Dan mengeluarkan mereka semuanya dari barisan kalian yang hina.

Ketika antum semua masih tertipu, Allah bukakan mata sedikit orang diantara kita akan kebejatan ISIS, Dan kami diantara yang Allah sadarkan itu.

Ketika yang sedikit itu hanya diam, Allah jadikan kami kelompok yang lebih sedikit lagi yang berani bersuara.

Bahkan ketika yang lebih sedikit itu mundur di tengah jalan, Allah kuatkan kaki-kaki kami untuk tetap maju dan berjuang melawan kehebatan propaganda ISIS !

Begitu juga saat ini. Ketika kalian masih bimbang siapa cagub kalian, Sejak hari pertama kami sudah bersuara !

Melawan kampanye ISIS taruhannya nyawa. Semua kami pernah merasakannya. Sedangkan melawan kampanye kalian taruhannya cuma akun mati, Jadi kami ludahi kalian kalau cuma segitu saja sudah merasa menang !

Bukan... Bukan karena kami kuat, Tapi karena kami berusaha jujur, Tidak membaguskan apa yang buruk, Dan tidak memburukkan apa yang baik. Maka itu insyaAllah Dia Yang Maha Kuat akan berada di belakang kami.

Allahu Maulaanaa walaa maulaalakum !

(by Fathi Nasrullah)

___
dari status fb Fathi Nasrullah, Jumat (30/9/2016)
Link: http://ift.tt/2cFkQ23


DUA PUTARAN TANPA AHOK


DUA PUTARAN TANPA AHOK

(by Zeng Wei Jian)

Netizen Akmal Akasa menulis "suara anti ahok pecah jadi dua kubu".

Berdasarkan teori posibilitas, kemenangan Ahok sama besar dengan kekalahannya. Saya masuk kubu yang berpendapat Ahok akan kalah. Putaran kedua akan menjadi duel antara Agus-Silvi vs Anies-Sandiaga. Bila satu putaran tidak memunculkan pemenang mutlak.

Begini alasan saya.

Komposisi mayoritas Jakarta diisi etnis Jawa 35%, Betawi 27%, Sunda 15%. Salah satu kunci kemenangan Jokowi atas Foke adalah dukungan etnis Jawa.

Etnis prohok berkisar pada Tionghoa 5,53%, Batak 3,61% dan etnis minoritas Manado, Papua dan Ambon Kristen (minus 2%).

Bila Jawa, Betawi, Sunda dibagi dua pun angkanya masih di atas asumsi kelompok prohok.

Dihitung dengan kategori Komposisi Agama, Ahok lebih ngga punya chance menang.

85,36% penduduk DKI beragama Islam. 7,54% beragama Kristen. 3,15% beragama Katolik, Hindu 0,21% Budha 3,13% dan Kong Hu Cu 0,06%.

Katakanlah ada anomali seperti Nusron Wahid (Islam dan Jawa) prohok. Dia orangnya Frangky Wijaya Sinarmas. Jadi dukungan Nusron bersifat transaksional saja. Jumlah anomali macam ini tidak besar.

Partai politik tidak pernah mutlak jadi patokan kalkulasi. Jika parameternya parpol maka SBY tidak perlu lagi usung Agus Harimurti. Kasus Foke vs Jokowi jadi precedent. Di PDI-P banyak kader seperti Kwik Kian Gie, tidak bakar KTA karena loyal tapi ngga juga akan coblos Anjrot.

Kunci utama kekalahan Ahok adalah track record buruk: tukang gusur, pro taipan, rasis, anti wong cilik, terseret enam skandal korupsi, kasar, beli lahan milik sendiri di Cengkareng Barat dan sombong.

THE END


Cak Imin: Direkayasa Sehebat Apapun Incumbent Pasti Tumbang


[portalpiyungan.com] JAKARTA - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yakin pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni yang diusung partainya bersama-sama tiga partai politik lainnya akan ke luar sebagai pemenang Pilgub DKI 2017.

“Sekuat apa pun rekayasa, saya yakin Ahok tumbang,” ujar Cak Imin di Kantor DPP PKB, Rabu (28/9).

Cak Imin juga menegaskan keluarga besar NU DKI akan turut memenangkan pasangan Agus-Sylvi.

"Keluarga besar NU siap untuk memenangkan Agus dalam satu putaran. Kami akan menggerakkan tokoh-tokoh PKB dan full dari basis NU," kata Muhaimin.

Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylvia Murni diusung oleh 4 partai: Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN.

Kemunculan pasangan Agus-Sylvi yang sebelumnya tidak pernah disebut-sebut di perhelatan Pilkada DKI justru menjadi daya tarik sendiri bagi pemilih yang mayoritas adalah pemilih mengambang.

Di berbagai Polling di media dan media sosial, pasangan Agus-Sylvia hampir selalu unggul dari dua pasangan yang lain.

Direktur Eksekutif Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan mengatakan, potensi pemilih mengambang (swing voters) dalam Pilkada DKI Jakarta tinggi. Karena itu siapa yang mampu meraih dukungan swing voters maka punya potensi menang tinggi.


Ust. Musyafa: Tidak Harus Satu Pendapat



إِذَا رَأَيْتَ عِلَاقَةً زَوْجِيَّةً نَاجِحَةً بَيْنَ اَثْنَيْنِ

Jika engkau menyaksikan satu pasang suami istri yang tampak sukses dan baik-baik saja,

فَاْعَلَمْ

Maka Ketahuilah..

أَنَّهُ لَيْسَ شَرْطًا أَنَّهُمَا مُتَّفِقَانِ فِيْ جَمِيْعِ الْأُمُوْرِ

Bahwasanya, bukan menjadi sebuah persyaratan bahwa keduanya pasti sepakat (satu pendapat) dalam segala urusan.

وَلَكِنْ تَأَكَّدْ أَنَّ وَاحِدًا مِنْهُمَا يَتَحَمَّلُ الْآخَرَ

Namun, pastikan, bahwa salah satu dari keduanya, pastilah mengalah, bahkan siap “menanggung” beban “derita” dari yang lainnya.


*Sumber: http://ift.tt/2dqp2n6

Kiper Persib Jadi Pahlawan Tim PON Jabar, Deden: Emas Ini untuk Palestina


[portalpiyungan.com] BANDUNG - Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby atau yang biasa dipanggil Deden, menjadi pahlawan Jawa Barat dalam pertandingan dramatis perebutan emas cabang olahraga sepakbola di PON XIX 2016 Jawa Barat.

Medali emas cabang olahraga sepak bola menyempurnakan keberhasilan Jawa Barat meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Pada laga pamuncak di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Rabu (28/9) malam, Jawa Barat berhasil mengandaskan perlawanan Sulawesi Selatan dengan skor 5-4. Kemenangan diraih sangat dramatis melalui adu tendangan penalti.

Penjaga gawang Jawa Barat yang bermain di Persib Bandung, Muhammad "Deden' Natshir menjadi pahlawan tim tuan rumah. Ia berhasil menggagalkan dua tendangan penalti pemain Sulawesi Selatan.

Laga final yang disaksikan puluhan ribu penonton ini berlangsung panas dan menegangkan bahkan sejak di menit awal. Selama 90 menit waktu normal, kedua tim tidak berhasil mencetak sebiji gol pun sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Namun, waktu tambahan yang diberikan wasit tetap tidak bisa dimanfaatkan tim asuhan Lukas Tumbuan dan Syamsudin Umar untuk menjebol gawang tim lawan. Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan dengan adu penalti.

Para pendukung Jabar sempat dibuat khawatir saat penendang ketiga Jabar, Erwin gagal menceploskan bola lantaran bola hasil tendangan terlalu lemah dan bisa ditangkap dengan mudah penjaga gawang Sulawesi Selatan, Syaiful.

Kans tuan rumah meraih emas hampir saja pupus bila saja tendangan algojo kelima tim Sulsel tidak berhasil digagalkan oleh kiper, M Natshir. Skor 4-4 membuat adu penalti dilanjutkan oleh penendang keenam.

Deden, panggilan akrab M Natshir, yang tampil ciamik akhirnya memastikan kemenangan Jabar setelah dengan sempurna membaca dan menepis tendangan algojo terakhir algojo terakhir Sulsel. Ini kali pertama, Jabar berhasil meraih medali emas sepak bola perhelatan PON.

Yang menarik dan menakjubkan selebrasi sang pahlawan Jabar, kiper Deden. Usai kemenangan dramatis, Deden berkeliling lapangan dengan membawa bendera Palestian.

Kiper M Natsir mengaku, selain mempersembahkan emas sepak bola untuk Jabar, ia juga mempersembahkannya untuk Palestina. Deden, sapaan akrabnya, membawa bendera Palestina ke panggung pemenang. Ia berfoto bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sambil membentangkan bendera Palestina.

"Saya persembahkan emas ini sebagai solidaritas untuk Palestina. Saya bersyukur bisa menang," katanya yang terus sibuk diajak berselfie oleh penggemarnya.

Sumber: Tribun Jabar


LARANGAN PEMBANGUNAN MASJID, PICU KEGERAMAN WALKOT BEKASI


[portalpiyungan.com] Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi merasa geram dengan ulah perusahaan properti yang melarang pemanfaatan lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial untuk pembangunan masjid di Kecamatan Pondok Melati.

"Yang akan dibangun ini rumah ibadah masjid, jadi saya akan murka bila ada pengembang menghalang-halangi niat ini. Lahan fasos/fasum merupakan hak pemerintah yang menentukan," katanya di Bekasi, Kamis 29 September 2016.

Hal itu dikatakan Rahmat saat meninjau sengketa lahan fasos/fasum di Perumahan Green Park, Jalan Boulevard Blok B3, Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi beberapa saat setelah dirinya menerima adua5n dari Panitia Pembangunan Masjid Al Ahdar.

"Saya menerima laporan tentang pengembang yang melarang fasos/fasumnya dipakai membangun masjid," katanya.

Rahmat mengatakan, bahwa lahan fasos/fasum itu merupakan milik pemerintah, dan dipastikan bisa dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Tidak ada masalah, silakan dibangun masjid. Jika pengembang tidak terima bisa berhadapan dengan hukum," katanya.

Rahmat menambahkan, seharusnya pengembang Green Park memberi contoh kepada masyarakat terkait kepedulian swasta terhadap lingkungannya.

"Jika perlu tidak hanya masjid yang dibangun, tetapi juga tempat ibadah lainnya sesuai dengan komitmen Kota Bekasi menjadi miniatur Indonesia dengan masyarakatnya yang heterogen," katanya.

Rahmat memerintahkan instansi terkait untuk segera mengeluarkan izin mendirikan rumah ibadah di lokasi itu.

"DKM silakan mempersiapkan pembangunannya, hari ini saya tetapkan tanah fasos/fasum ini untuk dibangun masjid Al Ahdar," katanya.

PERBAIKAN INTERNAL PKS


Oleh: Hasmi Bakhtiar
(Alumni Al-Azhar, S2 Lille Prancis)

1. Yang masih keras kepala bilang Qiyadah ga bakal salah itu sebenarnya lebih cocok jadi makhluk langit timbang makhluk bumi.

2. Orang-orang yang punya cara pandang begini ga bisa diobati dalam waktu singkat atau dengan obat-obat biasa.

3. Kader-kader yang salah dalam memandang jamaah spt ini seharusnya jadi PR untuk segera diobati, bukan malah dijadiin senjata.

4. Cuma memang kita kadang punya mental unik, bahagia dengan kebodohan orang lain karena bisa dimanfaatkan.

5. Mental yang 13 tahun diperangi Nabi di Makkah. Seharusnya mental spt itu harus dihindari kalau memang serius ingin memperbaiki umat.

6. DPP PKS pastinya ga bakal bisa nanggepin tuntutan FH selain dg kata-kata basi seperti ga taat atau melawan partai, karena mereka hanya punya itu.

7. Banyak yang bilang gw ga adil karena terlalu pro terhadap FH. Gw kasih tau yah, sama sekali kaga, gw pro dg perbaikan yg beliau perjuangkan.

8. Ini masalah momentum saja gw rasa. FH cukup serius dalam berjuang mengobati penyakit yang cukup lama diderita beberapa petinggi PKS.

9. Banyak hal yang dibongkar FH ke publik ttg isi dapur PKS gw harap bisa dipahami oleh kader bahwa mereka sedang sakit. Harus diobati.

10. Bagi para kader PKS mungkin sedikit sulit memahami kondisi sebenarnya jika lewat liqoat, karena banyaknya keterbtasan.

11. Jadi gw sering bicara kasus FH ini bukan karena sosok FH, tapi berusaha memperjuangkan perbaikan yang beliau bawa.

12. Sosok FH sebagai salah satu pendiri partai dan pemahaman beliau tentang jamaah gw rasa cukup membantu perjuangan yang cukup rumit ini.

13. Karena yang beliau sasar adalah puncak singgasana PKS jadi sosok yang mumpuni yang bisa melakukannya.

14. Memahamkan para kader untuk segera hijrah dari loyal terhadap figur menuju loyal terhadap manhaj itu tugas besar DPP sebenarnya.

15. Dan gw rasa kasus FH ini bisa menjadi awal dari proses tsb, demi perbaikan PKS secara internal maupun dalam bersaing dg pihak luar.

16. Cita-cita PKS sungguh luar biasa, dan gw yakin dengan cita-cita logis mereka.

17. Perbaikan internal mutlak harus dilakukan karena internal adalah medan utama yang harus diperbaiki sebelum medan-medan lainnya.

18. Jika kalian mampu menerapkan nilai-nilai yang kalian perjuangkan di internal maka kalian akan lebih mampu menerapkannya di luar.

Lille, 29-09-2016


Fahri: Keluar Dari Standar Etika, KPK Culik Irman Gusman


[portalpiyungan.com] Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menjadi narasumber dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Tim Kajian DPD Kasus Irman Gusman, Kamis 29 September 2016.

Fahri menilai kasus yang dialami Irman Gusman bukanlah sesuatu yang besar.

"‎Problem yang menimpa orang besar, bukan kasus besar, ini adalah kasus kecil. Bahkan sebetulnya dalam konstruksi hukumnya bisa dibilang tidak ada," kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis 29 September 2016.

Fahri juga mengkritisi cara penjemputan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Irman Gusman.

Fahri menuturkan, dalam menjemput pejabat negara ada prosedur yang mesti ditaati, dan menurutnya ada prosedur yang tidak sesuai saat penangkapan Irman Gusman. Ia berpendapat bahwa standar etika hukum yang diperlihatkan oleh KPK cenderung melenceng dan menyebut penjemputan yang dilakukan KPK sebagai bentuk penculikan pejabat negara.

"Jadi ada prosedurnya. Penjemputan yang dialami Pak Irman Gusman itu saya kira sebagai penculikan. Penjemputan Pak Irman Gusman malam-malam itu sebetulnya keluar dari standar etika kita di dalam menyelenggarakan kegiatan kenegaraan," ujarnya.

Ia mencontohkan, jika Presiden diduga membunuh hewan peliharaan tetangganya, kasus itu tidak bisa diproses di tingkat Polsek. Harus diproses melalui mekanisme yang ada di DPR. Kemudian, jika DPR menemukan secara meyakinkan adanya tindak pidana, DPR berhak menyatakan pendapat dan itu bisa menjadi tuntutan Dewan kepada Mahkamah Konstitusi dalam sidang impactment.

Fahri menceritakan kasus penangkapan Sultan Hamid yang diduga mendalangi pemberontakan bersama Wersteling. Saat itu Sultan menjadi menteri dalam kabinet presidensial. Menurut dia, penangkapannya sudah melalui proses yang tepat.

"Waktu dia dijemput itu, dia dijemput oleh jaksa muda. Dan, waktu dia disidang, penuntutnya langsung Jaksa Agung Republik Indonesia. Ini dalam rangka menghormati posisi hukum dari pejabat-pejabat negara," ujar dia.

‎Fahri pun menyayangkan bahwa penangkapan Irman Gusman terjadi di saat DPD sedang giat melakukan upaya penguatan lembaga.

Dirinya menduga ada pihak-pihak yang sengaja atau tidak suka dengan penguatan DPD.

"Saya khawatir ada pihak yang ingin DPD tidak ada. Negara ini terlalu besar, tidak mungkin dilakukan dengan satu cara dan sederhana," katanya.

CNN: Sebanyak 231 Kader Golkar Disebut Tak Dukung Ahok, Netizen: Bohong! Pasti Lebih :)


Sebanyak 231 Kader Golkar Disebut Tak Dukung Ahok

JAKARTA - Kader muda Partai Golongan Karya (Golkar) Adam Irham menyebutkan, sebanyak 231 kader partai di pusat tidak mendukung pencalonan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat. Jumlah itu dihimpun berdasarkan data di internal partai.

“Per kemarin itu jumlah yang tidak mendukung Pak Ahok 231 orang, termasuk saya, dan kami memilih mendukung pasangan lain,” ujar Adam kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/9).

Adam menjelaskan, ada tiga alasan ratusan kader partai beringin tidak mendukung Ahok. Pertama, Ahok dianggap bersikap mengabaikan partai politik. Kedua, Ahok adalah contoh orang yang tidak loyal terhadap partai, dibuktikan dengan sikap dan tindakan dia keluar masuk partai politik.

“Alasan terakhir, melihat sikap dan gaya bicara Pak Ahok yang menurut saya seharusnya tidak seperti itu sebagai pejabat publik,” ujar Adam.

Menurut Adam, sebanyak 231 kader Golkar tersebut saat ini memilih jalan masing-masing dengan mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Kami mengambil jalan yang tidak ditetapkan partai, mendukung calon selain Pak Ahok dengan tidak keluar dari keanggotaan partai,” tuturnya.

Fungsionaris sekaligus tokoh muda Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menyoalkan konsistensi Ahok terhadap Partai Golkar yang sudah memberi dukungan dalam Pilkada Jakarta 2017. Bagi mantan Ketua DPP Partai Golkar itu, Ahok telah menyakiti Partai Golkar dengan sikap dan berbagai ucapannya.

Doli mengkhawatirkan dukungan Golkar terhadap Ahok dalam gelaran pilkada DKI Jakarta 2017. Pertama, di tengah berbagai kontroversi Ahok di masyarakat yang semakin meluas, sebenarnya Golkar sudah mendapatkan risiko ancaman terkena dampak negatif dari kontroversi yang terus berlanjut yang dibuat Ahok.

“Kedua, sejak awal pencalonannya, Ahok dan pendukungnya berkali-kali menunjukkan sikap ‘anti partai politik’, bahkan pernyataan dan sikap Ahok cenderung merendahkan dan mengerdilkan keberadaan parpol,” kata Doli hari ini.

Sikap Ahok yang dianggap tidak loyal kepada partai disebut terlihat lantaran dia keluar masuk partai politik. Termasuk pernah menjadi kader Golkar dan terpilih dalam pemilihan legislatif 2009-2014.

Saat itu, dia masuk parlemen lewat Golkar dan duduk di Komisi II DPR, sebelum akhirnya loncat ke Partai Gerindra. Tahun 2015, Ahok menyatakan mundur dari Gerindra setelah menjabat Gubernur menggantikan Joko Widodo.

Sumber: http://ift.tt/2cNh75G

***

"BOHONG..!
gue nggak percaya..
pasti lebih dari 231 kader."

Komen warga DKI Jakarta Lou Chin Lung, becanda hehe...


Nafsu Birahi Ahok, Singkirkan Rakyat Miskin Ibukota


Oleh: Laode Ida
(Komisioner Ombudsman RI)

Nafsu birahi menggusur pemukiman rakyat Jakarta terus dilanjutkan oleh Ahok. Sebagai gubernur, dia tak peduli dengan janji Jokowi saat kampanye sebagai Cagub lima tahun lalu, yang berjanji akan melegalisasi pemukiman penduduk yang sudah dihuni selama 20 tahun. Pada hari Rabu (28/9/2016) kemarin Ahok kembali menggusur paksa sebagian warga di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Alasan utama Ahok adalah bahwa tanah yang dihuni penduduk itu berstatus 'tanah negara'. Rakyat dianggap tak punya hak di atas tanah negara. Oleh karena itu sebagian warga harus dipaksa untuk menghuni rumah susun, tak peduli apakah mereka mampu bayar sewa atau tidak.

Ahok dan atau tak sedikit pejabat di negara ini rupanya sangat menganggap lahan yang berstatus tanah negara haram untuk dihuni atau dimiliki oleh rakyat. Ini sungguh fatal. Apalagi mereka itu adalah warga bangsa etnik pribumi yang jadi pemegang saham utama di negara ini.

Warga bangsa seperti itu tak boleh hidup tanpa kepemilikan tanah di negaranya sendiri. Belum lagi jika mereka selama ini telah membayar PBB tiap tahun, seharusnya mereka menjadi kelompok prioritas untuk dapat bagian sebidang tanah yang dilegalkan oleh pemerintah.

Tapi, lagi-lagi kali ini, Ahok menunjukkan sikap arogan dengan kekuasaannya. "Rakyat kecil penghuni Jakarta ini harus ditertibkan, harus disingkirkan", barangkali begitu kira-kira dalam otak penguasa Jakarta ini. Ia sama sekali tak mau kompromi atau sangat benci dan bersikap kejam terhadap rakyat kecil.

Lalu apa sebenarnya di balik sikap brutal Ahok terhadap wong cilik di ibukota ini? Sudah bisa ditebak, yakni kelak hanya akan menjadikan Jakarta ini hanya untuk pemukiman para warga kaya termasuk para pendatang dari luar. Ini sangat bertentangan dengan prinsip utama kehadiran negara di mana pemerintah menjadi pengatur administrasinya.

Untuk Ahok sendiri, kebijakan dan nafsu penggusuran rakyat kecil seperti ini menjadi kampanye negatif dalam menghadapi Pilgub 2017 nanti. Namun di sini lain barangkali Ahok sendiri akan memperoleh keuntungan materi dari proyek-proyek penggusuran dan pembangunan baru di kawasan yan digusur itu.*

Sumber: Teropong Senayan


Wednesday, September 28, 2016

Untuk Bukit Duri, Rawajati dan Luar Batang.. Dan Pelajaran dari Gontor


Oleh: Maulana Mustofa

Perjuangan memelihara manusia tetap menjadi manusia telah gagal. Apa yang menimpa para penduduk soal tanah adalah indikator ketergusuran kemanusiaan dari diri manusia sendiri...
Kemanusiaan digusur dari ribuan hingga jutaan orang kecil, serta tergusur pula dari diri sekelompok kecil pemilik kekuasaan dan modal yang merasa bahwa mereka adalah manusia.

Jika Anda tidak dimanusiakan oleh lain – baik dalam pergaulan, perpolitikan, maupun perniagaan – maka sesungguhnya yang lebih tidak manusia adalah pihak yang tidak memanusiakan anda.

Hampir 50 tahun lalu pesantren Gontor bermaksud memperluas pondoknya. Namun, pak Kiyai mengerti sepenuhnya bahwa orang orang kampunh itu berhak utk tidak bergeser satu tapak pun dari tanah dan rumahnya, meskipun perluasan pondok jelas membawa kemashlahatan yang lebih luas.

Pak Kyai menghargai hak yang merupakan amanah Tuhan itu. Maka yang beliau lakukan adalah pendekatan manusiawi, ditambah doa-doa khusus memohon kepada Tuhan bukan agar penduduk mau pindah, melainkan agar Tuhan membimbing semua pihak menuju keadaan terbaik dan diridhai-Nya.

Setahun lebih setelah doa itu dipanjatkan, para penduduk dengan sadar memindahkan dirinya sendiri, tentu saja dengan jaminan yang pantas dari Pesantren.

Kenapa penggusuran-penggusuran di kota-kota besar tidak dikaitkan dengan doa dan kehendak Allah? Karena yang akan dibangun di atas tanah gusuran itu juga tidak dijamin punya kepentingan terhadap nilai Tuhan. Karena bagian-bagian tertentu dari pembangunan kita ini melenceng dari petunjuk Tuhan.

Karena penguasa dan cukong yang menggenggam modal tidak punya urusan dengan Tuhan, tetapi dengan profitisme, keuntungan pribadi dan perusahaan dalam arti yang paling material, serta dengan bonus, persentase, dan bratu.

Dan itulah potret dunia modern yang dipamer-pamerkan secara palsu ke telinga orang-orang kecil.

Para penguasa yang dzalim tidak pernah mengucapkan ‘Dengan menyebut nama Allah yang Pengasih dan Penyayang’, karena yang mereka sodorkan kepada orang kecil bukanlah kasih dan sayang.

Para cukong dan taipan itu juga tidak pernah mengucapkan ‘Bismillah’ kecuali dalam kepalsuan mulut, karena yang mereka atas namakan hanyalah keuntungan materi yang akan menghancurkan diri mereka sendiri di akhir nafasnya....


Nusron Gigit Jari, Ulama NU DKI Siap Jadi Mesin Politik Menangkan Agus-Sylvi


[portalpiyungan.com] JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI menyatakan, bakal mengerahkan para kiyai dan ulama Nahdhatul Ulama (NU) DKI untuk jadi mesin politik guna memenangkan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

"PKB DKI menyambut kiai-kiai NU yang akan memenangkan Agus-Sylviana. Para kiai kampung dan ulama-ulama NU se DKI Jakarta sudah merapatkan barisan untuk memenangkan Agus-Sylvi," kata Wakil Ketua DPW PKB DKI Abdul Aziz dalam keterangannya, Kamis (29/9/2016).

Menurut dia, para ulama dan kiai tersebut akan kompak melakukan konsolidasi untuk satu suara mendukung Agus-Sylviana. PKB, ujar Abdul, tak mempermasalahkan salah satu kader NU, Nusron Wahid, yang kini mendukung pasangan Ahok-Djarot.

"Kami lakukan penggalangan ke pelosok kampung yang ada di Jakarta. PKB telah berkomunikasi dengan lapisan para kiai NU tersebut. Dalam jangka waktu dekat ini kiai-kyai NU dan kiai kampung di Jakarta akan lakukan pertemuan dan halaqoh alim ulama se-DKI. Upaya konsolidasi dan penguatan pemenangan Agus-Sylvi rencananya bulan Oktober," bebernya.

"Soal Nusron yang mengklaim adanya tokoh atau ulama NU yang ke Ahok itu kan cuma bisa-bisanya klaim Nusron saja dan Nusron juga tidak mengakar kok di Jakarta. Jadi soal Nusron mau bermanuver apapun tidak akan berpengaruh di keluarga besar NU," imbuhnya.

Sumber: TeropongSenayan


PKS TENGGELAM BERSAMA? (Surat Terbuka Kepada Kader)


PKS TENGGELAM BERSAMA?
(Surat Terbuka Kepada Kader)

Ikhwan dan Akhwat sekalian,
Di partai ini, Nama saya cukup dikenal dan saya cukup senior tetapi ijinkanlah saya tidak menjelaskan identitas saya yang sebenarnya. Karena saya akan mengatakan sesuatu yang tidak akan nyaman bagi pimpinan kita yang sekarang, maka biarkan surat terbuka ini dibaca sebagai sesuatu yang ada di sekitar kita tapi kita sering diabaikan.. sebagaimana kecenderungan kita setahun belakangan ini, kita terlalu masa bodoh atau tidak berani menyatakan kebenaran apa adanya.

Saya sebetulnya yang paling tidak tahan, sebagai yang relatif senior melihat sikap kita yang apatis... sangat tidak punya sense of crisis dan memandang remeh kekacauan yang muncul setahun belakangan ini sejak kepemimpinan baru berkuasa di partai kita ini...

Saudaraku,
Kenapa kita tidak berani bertanya apa yang sedang terjadi? Bukankah kita dahulu hampir saja habis ketika partai ini dilanda bencana ketika pimpinan tertinggi ditangkap karena dituduh korupsi dan kita semua bingung tidak mengerti? Itupun kita tak banyak bertanya karena Alhamdulillah pemimpin kita yang baru mengalihkan tenaga kita untuk selamatkan diri dan membangun kepercayaan diri. Partai ini selamat dan sampai hari ini kita mendapat posisi terhormat dalam koalisi KMP.

Tetapi yang sangat disayangkan adalah berlanjutnya sikap apatis. Kalau kita tidak bertanya karena partai ini berjalan baik dan ke arah yang benar seperti yang kita pikirkan atau karena kita disibukkan oleh kerja penyelamatan seperti 3 tahun lalu wajarlah.. tetapi ini justru sikap apatis ini muncul pada saat kepemimpinan menciptakan krisis baru yang sebetulnya tidak perlu ada.

Akhirnya, kita semua dalam sandera dan pemimpin kita juga bingung tanpa arah... mereka hanya nampak punya arah karena kita tak kunjung bertanya atau kita hanya diam saja kalau pimpinan menjawab pertanyaan kita dengan mengatakan, "maaf yang itu jangan ditanya", atau "jawaban sudah ada dalam bayanat" atau "antum percaya saja" atau jawaban kekanakan-kanakan lainnya tapi kita tetap diam saja.

Saudaraku,
Sampai kapan kita biarkan keadaan ini dan apakah kita memang merencanakan tenggelam bersama? Sampai kapan kita semua membiarkan diri hidup seperti alien di tengah masyarakat yang tidak sanggup menerangkan apa-apa atas apa yang terjadi pada partai kita padahal kita juga ingin bermasyarakat dan hidup mengakar?

Terus terang kita seharusnya mengajukan semua pertanyaan ini pada para pemimpin kita dan seharusnya kita berhak mendapat jawaban yang tuntas dan memuaskan lalu kita menyampaikannya kepada masyarakat kita juga secara memuaskan.

Dan inilah pertanyaan yang ada di masyarakat kita:

Pertanyaan -1:
Mengapa Anis Matta disingkirkan dan apa masalah dan kegagalan dia? Bukankah dia sukses?

Di dalam partai kita PKS pertanyaan itu dijawab dengan kalimat sederhana, "di partai ini semua orang adalah prajurit dan orang harus siap ditempatkan di mana saja, titik!". Dan kita mengharapkan seluruh bangsa ini siap menerima jawaban seperti itu sebagaimana kesiapan Anis Matta sendiri untuk melaksanakan keputusan itu. Pertanyaannya adalah apakah kita jujur dan apakah pimpinan kita jujur menempatkan Anis Matta dalam suatu kerangka strategi yang jujur dan diputuskan bersama atau ada masalah lain yang menjadi rahasia?

Lupakah kita bahwa sepandai-pandai kita menyimpan kebohongan akhirnya akan terungkap juga seperti pepatah sepandai-pandai kita menyimpan bangkai akhirnya akan berbau juga. Dan sekarang ini sudah bau! Tidak ada alasan menyingkirkan Anis Matta dari posisinya yang dulu. Ini hanya permainan licik segelintir orang yang cemburu karena ada anak muda yang kapasitasnya melebihi kemampuan generasi kami-kami yang tua ini.

Lupakah kita bagaimana Anis Matta memimpin partai kita dalam krisis terbesar yang pernah dihadapi partai ini? Lupakan kita bagaimana ia siang malam keliling Indonesia menjumpai kader yang sedang murung dan malu karena dihina setiap hari melalui layar televisi? Lupalah kita bagaimana Anis Matta berorasi meyakinkan kita semua kembali bahwa ini semua bisa diakhir dan berbelok menjadi kemenangan?

Jadi, di dalam partai ini karena kekuasaan dan wewenang pemimpin kita besar sekali maka nyaris tidak ada pertanyaan sampai semua menjadi bencana besar... Anis Matta adalah korban dengki dan kita bersyukur dia menerima ujian itu dengan sabar.. dia sibukkan diri dengan apa yang sebetulnya tidak terlalu menjadi keperluan kita.. ilmu dan pengalamannya dipakai untuk orang lain sementara kita sendiri di dalam negeri ini kelabakan.

Jadi apa salah Anis Matta? Kenapa pimpinan ini kita biarkan mengarang cerita seolah mengakhiri jabatannya di tengah jalan adalah suatu keputusan yang besar? Lalu dikarang cerita lagi seolah ada dosa besar? Dan sekarang tenyata semuanya hanya karangan cerita untuk meloloskan sebuah rencana yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan dan masa depan partai kita... dan Anis Matta mungkin akan diam dan terus diam.. tetapi publik tetap melihat kita bersandiwara... sampai kita nampak jujur barulah publik meyakini bahwa partai kita layak untuk dipilih.

Pertanyaan ke-2:
Mengapa Sohibul Iman menjadi Presiden PKS dan mengapa ia tidak mundur menjadi anggota DPR?

Sudah 1 tahun Sohibul iman jadi Presiden partai, entahlah... para pimpinan ini punya merit sistem seperti apa mengelola partai ini. Seolah partai ini milik pribadi. Dan yang dipilih akhirnya orang yang tidak punya jejak dalam kepemimpinan yang mengakar. Karena PKS ini partai kader. Kita ingin yang menjadi pemimpin kita ini yang tahu denyut nadi kita dan perasaan batin kita.

Ada banyak orang yang sudah diterima oleh kader, kalau toh harus mengganti Anis Matta tapi harusnya penggantinya juga sekelas Anis Matta. Kader sekarang mayoritas orang baru yang tidak bisa lagi disuguhkan, orang yang tidak mengerti dinamika lapangan.

Sohibul Iman datang dari mana? Apa kapasitasnya? Apa kemampuannya? Apa prestasinya? Pernah memimpin kader di mana? Entahlah... tidak ada jejaknya di wilayah.

Sekarang, ketika krisis ini semakin dalam Sohibul Iman justru masih rangkap jabatan. Sama sekali tidak menganggap jabatan Presiden PKS ini penting dan layak untuk difokuskan. Sebagai anggota DPR pun beliau akhirnya sering bolos dan tidak nampak tekun mengikuti perdebatan. Ini adalah kerugian moril tidak saja bagi PKS tetapi juga bagi DPR.

Semakin menjadi simbol partai maka Sohibul Iman semakin menjadi beban kita semua. Dan lagi-lagi publik tidak mendapat penjelasan.

Pertanyaan ke-3:
Mengapa Fahri Hamzah ingin disingkirkan? Apa salah dia dan kenapa tidak ada penjelasan?

Sekarang,
Masalah ini sudah terungkap semua sekarang. Kepada kita dijanjikan bahwa kasus pemecatan Fahri Hamzah ini hanya akan berlangsung dalam hitungan hari. Tapi sekarang sudah menjadi isu besar yang tak kunjung selesai. Sementara itu, setiap persidangan justru membuka borok para pimpinan bahwa ternyata pemecatan kader PKS itu sangat semena-mena.

Apa sebetulnya dasar pemecatan Fahri Hamzah? Percakapan pribadi Ketua Majelis Syuro (KMS) itu sebetulnya meminta apa? Kenapa KMS memaksakan kehendaknya untuk mengganti Fahri Hamzah? Siapa yang MENASEHATI KMS untuk melakukan tindakan gegabah ini?

Sementara itu, semua rencana PKS untuk masuk dalam gelanggang politik makin kelihatan amatir. Makin lama partai ini makin nampak seperti embel-embel... pimpinannya khotbah tentang keberkahan dan jalan sunyi kesalehan individual tetapi kadernya disuruh kerja bakti dan mengumpulkan uang.

Lebih tragis lagi karena yang berbeda pendapat dipecat dan tidak lagi diajak dalam pertemuan kaderisasi. Sungguh sebuah tindakan memalukan. Pemimpin batu partai ini tidak punya modal membangun solidaritas dan soliditas. Sekarang, semua alasan memecat Fahri Hamzah sudah batal, mulai dari keputusan MK yang menyatakan alat bukti Sudirman Said itu ilegal sampai keputusan MKD yang telah mengembalikan nama baik Setya Novanto selain KPK yang memang semakin melindungi koruptor... kenapa DPP tidak minta maaf? Ada apa sebenarnya?

Tapi, kenapa kader tetap diam? Apakah ada larangan agama untuk mengkritik pemimpin? Kenapa semua tidak berani bersikap? Sungguh akan datang bencana jika kita tetap diam... karena diam ini artinya kita bersekutu dengan kezaliman dan inilah yang membuat kita semua tenggelam bersama.

Ya Allah, kami takut dengan fitnah yang tidak saja menimpa orang zalim, tapi kami yang lemah ini. Ampuni kami ya Allah.

Jakarta, 27 September 2016

Abu Slamet Wijoyo